Minggu, 20 Desember 2020

Biografi Ibuku

 



Bismillah,

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….

Ibu, apapun akan ia lakukan untuk anaknya, bahkan nyawanya sendiripun rela ia korbankan bagi anak-anaknya. Lihat saja ketika seorang ibu berusaha denga keras, penuh dengan kesakitan untuk melahirkan anak yang telah dikandungnya selama Sembilan bulan. Bukankah tak jarang kita mendengar berita seorang ibu yang wafat karena melahirkan anaknya. Itulah salah satu perjuangannya, dan Allah tak akan menyia-nyiakan perjuangan itu dengan menjanjikan pahala syahid baginya (InsyaAllah). Dan ketika seorang ibu telah melahirkanpun, tak jarang ia harus merasakan kesakitan kembali. Sungguh besar perjuangan serta jasa-jasanya itu, maka wajar saja jika Allah meninggikan kedudukannya dibandingkan ayah, dan memerintahkan kita untuk berbakti kepadanya, seerta  melarang kita untuk tidak meninggikan suara dihadapannya apalagi membentaknya, bahkan hanya sekedar perkatakan “ah” pun kita dilarang untuk mengatakan kepada ibu dan juga ayah tentunya. 

Tak diragukan lagi bahwa orang yang paling berjasa dalam hidup seorang anak ialah ibu nya. Tanpa ibu kita tak mungkin lahir di dunia yang penuh dengan hiruk pikuknya ini. Melalui rahimnya Allah titipkan seorang calon manusia untuk kemudian dilahirkan. Tugas seorang ibu bukan hanya sekedar menyediakan Rahimnya sebagai tempat sebelum aku dilahirkan  ataupun tak hanya sekedar melahirkan aku semata, tetapi ada begitu banyak rentetan tugas yang harus ia emban setelahnya. Mulai dari menyusi, menyapih,  menenangkan disaat aku menangis, memberikan rasa aman dan nyaman, menyediakan apa yang dibutuhkan oleh ku, yang telah merawat, dan membesarkan, serta yang telah mendidik aku dengan kasih sayangnya, agar aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika semakin beranjak dewasa kelak.

Ya itulah Ibuku bernama Leni Marlina, beliau lahir di Pontianak pada tanggal 06 Juni 1975. jika dihitung umur ibuku saat ini sudah mencapai 45 tahun. sudah cukup tua memang. Ayah dari ibuku harus pergi lebih dulu mengahadap Sang pencipta, meninggalkan ibuku yang baru berumur 18 bulan dan juga adik ibuku yang bahkan belum dilahirkan. Hingga pada saat umur ibuku sekitar tiga tahun, nenekku menikah lagi dan dikaruniai tiga orang anak perempuan yang kemudian menjadi saudari tiri ibuku. Tak seperti cerita si bawang merah yang membenci bawang putih sebagai saudari tirinya, ibuku dan juga adik-adik tirinya tetap menjalin hubungan yang harmonis dan saling membantu satu sama lain, serta saling memberi nasehat sabagai saudara, walaupun beda ayah mereka tak menganggap itu sebagai suatu pengahalang mereka untuk tetap harmonis, karena yang mereka yakini mereka lahir dari Rahim yang sama yaitu dari Rahim nenekku. sebagai anak tertua ibuku juga memiliki tanggung jawab terhadap adik-adiknya. 

Ibuku berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Tetapi selain menjadi ibu rumah tangga ia juga membantu ayahku dalam bekerja, seperti menanam padi, berkebun dan lain sebagainya. Ibu ku merupakan sosok yang cekatan dalam melakukan sesuatu pekerjaan, dan juga terampil dalam bidang kesenian. Beberapa produk kerajinan telah berhasil ia pasarkan dari hasil kerjasama antar pikirann, mata, dan juga kedua tangannya. Hingga dengan hal itu dapat mengasilkan pundi-pundi rupiah yang dapat menambah pemasukan. Bisa kukatakan bahwa ibuku itu serba bisa dalam berbagai pekerjaan. Dan aku iri dengan kemampuan yang ibuku miliki itu, kenapa tak diturunkan saja kemampuan dan bakatnya itu kepadaku. Namun hal itulah yang menjadi salah satu kebangganku terhadapnya. Sosok yang mengajarkan banyak hal mengenai lika-liku kehidupan kepadaku, hal itu pun tak lepas dari pengajaran ayahku juga.

Sewaktu SMP ibuku tinggal bersama pamannya atau adik dari nenekku dan juga bersama istri dari adik nenekku. Mereka lah yang telah berjasa dalam membiayai sekolah ibuku. Sebagai ucapan terimakasih ibuku merawat anak-anak dari paman dan istrinya itu ketika mereka sedang tak berada dirumah.  Ibuku sangat pintar dan aktif disekolah, ia  banyak mengikuti kegiatan organisasi, ia juga sering ikut andil dalam beberapa perlombaan dan tak jarang pula ibu ku berhasil menyabet predikat juara dalam setiap perlombaan. Beberapa piagam penghargaan yang telah diraihnya, masih tersimpan dirumahku menjadi saksi bisu atas perjuangan dan kemenangannya. Tetapi sayangnya setelah lulus SMP ibuku tak melanjutkan ke jenjang SMA dikarenakan faktor keuangan yang menjadi kendalanya. Namun walau hanya berijazahkan SMP, ia tetap dapat aktif dalam beberapa organisasi atau lembaga masyarakat, ia juga menjadi pengurus inti dari organisasi tersebut dan pernah menjabat sebagai ketuanya. Bahkan ibuku sempat mencalonkan diri mejadi kepala Desa di kampungku. Ya, yang aku tau ibuku memang memiliki keahlian dalam memimpin dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi serta dapat  memperjuangkan keadilan bagi orang-orang yang disekitarnya. Tetapi ia tak berhasil memenangkan suara dalam pemilihan tersebut, mungkin ada beberapa faktor, tapi yang ku yakini bahwa mungkin  Allah tak ingin membuat ibuku memikul beban tanggung jawab yang berat kedepannya dan menginginkan untuk lebih fokus dalam urusan rumah tangganya.

Kini ibuku sudah tak muda lagi, matanya tak sejeli dulu hingga ia harus menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatannya, kulitnyapun tak sekencang dulu, wajahnyanya yang mulai menampakkan kerutan, serta fisik yang sudah mulai melemah. Tetapi meskipun begitu ia terus berjuang dan terus melangkah. Bumi ini mejadi saksi atas setiap keringat yang jatuh darinya.  Pasti ada rasa lelah yang ia rasakan, namun rasa itu bukan menjadi alasanya untuk berhenti. Ia hanya merasa butuh istirahat sebagai pereda rasa lelah itu kemudian melanjutkan kembali kegiatan atau pekerjaannya. 

Sebagaimana layaknya seorang ibu, ibuku juga pasti ingin yang terbaik untuk ku dan juga saudara laki-laki ku. Ia dan juga ayahku sangat mengedepankan pendidikan, walau mereka tak bisa hingga sarjana mereka sangat berharap bahwa salah satu dari anaknya dapat menjadi sarjana. Meskipun mereka harus memeras keringat lebih banyak lagi, itupun tetap mereka lakukan agar dapat melihat anaknya sukses. Dengan melihat perjuangan  mereka untukku, menjadi pemicu bagiku untuk terus berjuang dalam meniti kesuksesan, sukses didunia dan juga diakhirat-Nya. Maka dari itu tak jarang aku meminta do’a kepada keduanya. karena ridho Allah tergantung dari ridho orang tua. Dan ibuku mengatakan bahwa seorang ibu (orang tua) itu akan selalu mendo’akan kebaikan untuk anak-anaknya tanpa diminta oleh anak-anaknya itu sendiri. Hikksss … :’(

        ya tak kupungkiri Mungkin aku yang sekarang masih sering membuat ibu dan juga ayahku kecewa ataupun sedih, tapi aku berharap untuk kedepannya agar aku dapat membuat mereka bangga kepadaku.

       Seorang ibu memang menjadi salah satu idola bagi anak-anaknya, begitu juga aku. Aku ingin seperti ibuku yang terus berjuang dalam meniti kehidupan ini, menebarkan manfaat kepada banyak orang, serta menjadi sosok yang sangat kuat dan berani dalam mengahadapi segala rintangan dan  masalah yang terjadi.



Sekian, dan terimakasih. 

Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh..

Minggu, 15 November 2020

Analisis bahasa

 Bismillah, 

Assalammu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh 

Pada kali ini, saya akan memberikan hasil analisis saya mengenai penggunaan tata bahasa yang benar berdasarkan PUEBI ataupun KBBI, yang terdapat di dalam 5 gambar yang saya cantumkan dibawah ini. 


1. GAMBAR 1

 



Lokasi gambar : Jl. Budi Utomo 

Waktu pengambilan gambar : Minggu, 14 November 2020

Analisis:

Terdapa pengguanaan kata bahasa asing pada gambar tersebut yaitu kata printing dan Photo, yang dimana berdasarakan KBBI penulisan yang benar ialah menggunakan bahasa Inonesia yaitu percetakan dan foto, tetapi jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya kata Printing dan Photo dimiringkan.


2. Gambar 2

 




Lokasi gambar : Jl. Gajahmada

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 14 Novemeber 2020

Analisis: 

Pada gambar tersebut terdapat kata ulangan yaitu Oleh Oleh, tetapi tidak menggunakan tanda penghubung. Berdasarkan PUEBI, seharusnya jika ada unsur kata ulangan maka diberi tanda hubung sebagai penyambung unsur kata ulangan tersebut, yakni menjadi Oleh-Oleh.


3. Gambar 3

 


Lokasi gambar : Jl. Sudirman

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 14 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yaitu service. 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yakni Servis. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, sebaiknya tulisan dimiringkan. 


4. Gambar 4

Lokasi gambar : Jl. Budi Utomo

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 4 November 2020

Analisis:

pada gambar tersebut terdapat singkatan yang terdiri dari tiga huruf yakni Dll dan tidak diikuti tanda titik setelahnya.

Berdasarkan PUEBI, singkatan yang terdiri dari tiga huruf seharusnya diikuti tanda titik setelahnya, yakni menjadi dll. 


5. Gambar 5 

 

Lokasi gambar : Jl. Pattimura

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 24 November 2020

Analisis:

Terdapat kata singkatan kata jalan menjadi jln. Pada gambar tersebut. 

Berdasarkan PUEBI seharusnya jika ingin menyingkat kata Jalan tidak perlu tambahan huruf N setelahnya, cukup menyingkatnya menjadi Jl.



Sekian dari saya, mohon maaf jika ada kekeliruan dalam penyampaian.

Wasslammu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.





Sabtu, 07 November 2020

Kosakata bahasa ibu(Melayu pontianak)

 Bismillah,  

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...  

Hallo guyss,  kalian mau tau kosakata bahasa melayu ditempatku??? 

Siipp, Kali ini aku akan melampirkan 100 kosakata bahasa melayu yang biasa aku gunakan sehari-harinya sebagai bahasa ibu. 

Iniii diaaa......... ⬇️⬇️⬇️


Kosakata Bahasa Melayu Pontianak , Kalimantan Barat

No. Kosa Kata Bahasa Ibu ➡️ Makna dalam                                                              Bahasa Indonesia

1 Kamek : Saya

2 Kitak : Kalian

3 Agik : Lagi

4 Begampet : Bersatu

5 Bejibun         : Banyak

6 Belangak : Panci

7 Gebar : Selimut

8 Tudong          : Tutup

9 Katel : Tempat tidur

10 Masin : Pelit

11 Pinggan         : Piring 

12 Aek         : Air

13 Acap : Banjir

14 Andok : Handuk

15 Aok             : Iya

16 Aleh : Ganti, memindahkan

17 Alang-alang : Nanggung

18 Begagap         : Meraba-raba

19 Begasak         : Berkelahi

20 Bekemas : Beres beres

21 Bekisai : Menggaruk

22 Belamparan : Berantakan

23 Belanat         : Pukul

24 Belator : Berjejer/Berbaris

25 tapok : Sembunyi

26 Bile             : Kapan

27 Calar : Tergores

28 Cecer : Jatuh tak disengaja

29 Centong         : Gayung

30 Dedai : Menjemur

31 Karang : Nanti

32 Gertak : Jembatan

33 Melilu : Pikun

34 Panggah        : Guling

35 Selap : Pingsan

36 Pipet : Sedotan

37 Dudi : Belakangan/Terakhir

38 Suduk : Sendok

39 Telajak : Kelewatan

40 Nyiruk : Tampah

41 Sutik : Satu,sebutir 

42 Sawan : Ketakutan

43 Terai : Coba

44 Tingkap         : Jendela

45 Jiros : Guyur, siram

46 Jangket         :  Nular

47 Koyak : Robek

48 Lemau : Melempem

49 Leteh : Capek

50 Pesai : Rusak

51 Merajuk         : Ngambek

52 satang baju : gantungan baju 

53 Bual : Bohong

54 Belonggok : Bertumpuk/banyak

55 Ketek : Menekan (tombol)

56 Koreng         : Luka yang mau kering

57 Peloh : Keringat

58 Jeman-jeman : Dari tadi

59 Selembe          : santai

60 Lihai : Ahli/pandai

61 Pusoh : Kelelahan/sesak nafas

62 Senggereng : Miring

63 Ngenyan : Keenakan

64 Tegal : Sebab,karena

65 Tecampak : Terlempar

66 Kejot : Kaget

67 Teseduk         : Cegukan

68 Jengap-jengap : Ter engah-engah

69 Uwan : Nenek

70 Telekong : Mukena

71 Bepaot         : Pegangan

72 Bengkas              : Dibongkar/dirusak

73 Berhamburan.      : Berlarian

74 Kibau : Pukul,kipas

75 Legam         : Pekat (warna)

76 Jengket          : Berjinjit

77 Bekubang : Berenang (diparit)

78 Jawak : Manja, banyak gaya

79 Bekelumbuk : Berselimut

80 Tang : Di (tempat)

81 Pekak : Tuli/Tidak mendengar

82 Tepangka : Kesandung

83 Tebiat : Kelakuan

84 Ponten : Nilai,koreksi

85 Mekek : Teriak

86 Sanggan : Baskom

87 Laga’ : Sombong

88 Taem : Berhenti

89 guli         : kelereng 

90 Sorang : Sendiri

91 Balek : Pulang

92 Ape pasal : Apa masalahnya

93 Agak : Datang/mengunjungi

94 Kayak : Seperti

95 Buat : Lakukan

96 Tengok         : Lihat

97 Maok : Mau

98 usah : jangan 

99 Kalik : Mungkin

100 Tidok : Tidur


Aku berasal dari kota Pontianak, tepatnya si di kabupaten  Kubu raya,.  dimana termasuk mayoritas penduduk di Pontianak/ Kubu raya bersuku Melayu, termasuk saya. Aku suku Melayu, mengikuti kedua orang tua ku tentunya. Dan untuk bahasa yang ku gunakan sehari harinya yaitu bahasa suku Melayu, sebagai bahasa ibu,karena memang dilingkungan keluarga, sekolah,dan di masyarakat mengunakan bahasa Melayu Pontianak. Dan  di setiap daerah ada beberpa perbedaan kosa kota bahasa melayu, dan juga maknanya yang digunakan. Seperti Melayu Sambas, ada banyak kosa kata yang saya tidak mengerti maknanya, dan mungkin di tempat yang lainnya juga. Dan sebenarnya juga, bahasa Melayu Pontianak yang ku gunakan biasanya tidak jauh berbeda dari makna Bahasa Indonesia nya, hanya berbeda sedikit pengucapan,seperti perubahan huruf “a” ke “e”, “u” ke “o” dsb. Seperti kata “meja” menjadi “Meje”, “apa” menjadi “ape”, “betul” menjadi “betol”. Dan karena pengucapan itu juga, tak jarang jika aku berbicara dengan orang luar Pontianak, yang bukan termasuk suku Melayu, mengatakan kalau aku seperti orang Malaysia, karena mungkin mereka  mendengar ketika saya berbicara mirip dengan gaya bahasa/logat orang Malaysia ketika berbicara. Dan memang orang-orang Malaysia mayoritasnya etnis melayu dan juga menggunakan bahasa melayu dalam kesehariannya, tetapi tentunya ada banyak kosa kata yang aku tidak pahami juga artinya. 

Dan dalam proses pencarian kosa kata ini,  aku menggunakan bantuan internet(hehe) dikarenakan aku terkadang  lupa jika harus dicatat, padahal cukup banyak kosa kata yang aku gunakan biasanya.  Selain itu juga saya berusaha untuk mengingat-ngingat kembali perkataan ataupun tulisan ku yang biasanya aku gunakan. Kosa kata yang ku lampirkan diatas mungkin hanya sebagian darii kosa kata bahasa melayu Pontianak. 


Sekian dari ku, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan,  Terimakasih..

Wassalammu’alaikum..


Senin, 02 November 2020

Coretan kedua"aku dan kampung halamanku"

 


Bismillah. 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.. 

Selamat datang di Coretan kedua ku ini yang kan ku isi dengan sepenggal cerita tentang “aku dan kampung halaman ku”

Aku memang terlahir di sebuah kampung/desa, lebih tepatnya di Desa Dabong, Kec Kubu, Kab Kubu Raya. Sebuah desa terpencil jauh dari lingkungan perkotaan. Untuk sekarang, akses jalan menuju kampungku Alhamdulillah tidak sesulit dari tahun-tahun sebelumnya, jika tahun sebelumna banyak terdapat jalan-jalan yang rusak, terutama jika sedang musim penghujan, susah untuk dilewati, tetapi sekarang ada kemajuan walaupun dibebrapa titik masih ada yang harus diperbaiki lagi. Untuk bisa sampai di kampungku  kalian bisa menggunakan jalan darat,ataupun laut, tapi akan susah jika melalui udara. Dan Untuk melalui jalan darat pun, hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang ramping, seperti motor atau sepeda jika mampu. Normalnya jika menggunakan motor butuh waktu sekitar  4-5 jam perjalanan jika musim kemarau, tetapi jika musim penghujan mungkin bisa lebih dari waktu itu. Letak  Wilayah yang cukup dekat dengan lautan membuat warga dikampung ku mayoritasnya bermata pencaharian sebagai seorang nelayan, termasuk ayahku. Termasuk enak menjadi anak seorang nelayan teruama aku yang suka makanan hasil laut,  karena bisa makan hamper setiap hari tanpa harus membeli nya, terlebih lagi jika baru ditangkap rasanya jauh lebih berbeda dari yang dijual dipasaran. Eh tidak jarang juga aku beli si, kalau ayahku tidak melaut. 

Masyarakat, dikampung ku masih mengemban sikap saling kerja sama,  tolong menolong jika ada yang perlu bantuan,  serta mempunyai tingkat kepedulian yang masih tinggi terhadap tetangga/orang-orang disekitar.menjadi hal yang cukup menyenangkan melihat kerukunan yang terjadi.  

Semasa aku kecil, banyak ku habiskan waktu dikampung. dan hari-harinya banyak kuiisi dengan bermain bersama teman sebaya ku pada saat itu. Dulu kami belum terlalu mengenal gadget, jadi kami bermain yang mengandung banyak gerak/aktivitas, tentu itu sangat bemanfaat untuk tubuh, bermain sambil olahraga.  Aku rindu pada masa-masa itu, dimana semuanya masih sederhana,  tidak banyak pikiran, belum dibebani dengan tanggung jawab yang penuh,  dan dikala terjatuh,mungkin  hanya kaki/tangan yang  terluka ,bukan hati .. :v 

Setelah aku lulus SD,  aku harus pergi ke kota untuk melanjutkan sekolah ku di tingakt SMP.Sangatlah berat untuk dilakukan anak seusiaku pada saat itu, yang masih bergantung dengan orang tua. Hingga akhirnya sekarang aku sudah terbiasa untuk pergi jauh berkelana mencari ilmu, bahkan kadang hanya pulang setahun sekali dimasa liburan yang relative singkat.  

Kampung halaman menjadi tempat terindah untuk kembali setelah berkelana dalam kurun waktu yang cukup panjang,dan  menjadi hal yang selalu dinantikan serta  di tunggu-tunggu oleh para perantau seperti ku,  untuk melepas rindu dengan orang-orang tersayang. 

Sekian dari ceritaku, terimakasih. 

Wassalamu'alaikum.. 

Senin, 26 Oktober 2020

Coretan pertama.


 27 oktober 2020

Bismillah,  
Assalammu'alaikum guys.. 
Ini adalah tulisan pertama ku, di blogg Yang baru saja aku buat.  Dan untuk tulisan pertama ini mungkin alangkah baiknya aku memperkenalkan diri, siapa kah aku... (hehe) 

Oke, nama ku Emelda Carolina,  mungkin sebagian orang mendengar ujung dari nama ku mengira bahwa aku non-muslim, karena kata 'carolina' identik dengan nama orang luar (Barat) Yang notabennya non-muslim. Tetapi tidak juga seperti itu.  Aku Muslim dan aku bangga serta bersyukur menjadi seorang Muslim. Dan sekilas info dari arti kata 'carolina' ,yang dijelaskan oleh mama ku sendiri yaitu, 'caro' dalam bahasa jawa artinya 'seperti' sedangkan 'Lina' merupakan ujung dari nama mama ku yaitu Leni Marlina. 
Jadi arti dari kata 'carolina' mengandung doa agar aku seperti mamaku,  menjadi wanita tangguh,pekerja keras, dan pantang menyerah. Tentu doa itu sendiri juga tak lepas dari pengaruh ayah ku.. 

Lanjut, aku lahir dari keluarga yang sederhana, aku hanya memiliki 1 saudara laki-laki. Dan aku anak yang terakhir. 

Aku seorang mahasiswi di IAIN Pontianak,sem 1.
Dan Untuk aktivitas ku sekarang disibukkan dengan perkuliahan secara daring. Ku rasa kita sama...  (Hehe) 
 

Sekian, Terimakasih
Wassalammu'alaikum.. 






Biografi Ibuku

  Bismillah, Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…. Ibu, apapun akan ia lakukan untuk anaknya, bahkan nyawanya sendiripun rela ia ...