Senin, 02 November 2020

Coretan kedua"aku dan kampung halamanku"

 


Bismillah. 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.. 

Selamat datang di Coretan kedua ku ini yang kan ku isi dengan sepenggal cerita tentang “aku dan kampung halaman ku”

Aku memang terlahir di sebuah kampung/desa, lebih tepatnya di Desa Dabong, Kec Kubu, Kab Kubu Raya. Sebuah desa terpencil jauh dari lingkungan perkotaan. Untuk sekarang, akses jalan menuju kampungku Alhamdulillah tidak sesulit dari tahun-tahun sebelumnya, jika tahun sebelumna banyak terdapat jalan-jalan yang rusak, terutama jika sedang musim penghujan, susah untuk dilewati, tetapi sekarang ada kemajuan walaupun dibebrapa titik masih ada yang harus diperbaiki lagi. Untuk bisa sampai di kampungku  kalian bisa menggunakan jalan darat,ataupun laut, tapi akan susah jika melalui udara. Dan Untuk melalui jalan darat pun, hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang ramping, seperti motor atau sepeda jika mampu. Normalnya jika menggunakan motor butuh waktu sekitar  4-5 jam perjalanan jika musim kemarau, tetapi jika musim penghujan mungkin bisa lebih dari waktu itu. Letak  Wilayah yang cukup dekat dengan lautan membuat warga dikampung ku mayoritasnya bermata pencaharian sebagai seorang nelayan, termasuk ayahku. Termasuk enak menjadi anak seorang nelayan teruama aku yang suka makanan hasil laut,  karena bisa makan hamper setiap hari tanpa harus membeli nya, terlebih lagi jika baru ditangkap rasanya jauh lebih berbeda dari yang dijual dipasaran. Eh tidak jarang juga aku beli si, kalau ayahku tidak melaut. 

Masyarakat, dikampung ku masih mengemban sikap saling kerja sama,  tolong menolong jika ada yang perlu bantuan,  serta mempunyai tingkat kepedulian yang masih tinggi terhadap tetangga/orang-orang disekitar.menjadi hal yang cukup menyenangkan melihat kerukunan yang terjadi.  

Semasa aku kecil, banyak ku habiskan waktu dikampung. dan hari-harinya banyak kuiisi dengan bermain bersama teman sebaya ku pada saat itu. Dulu kami belum terlalu mengenal gadget, jadi kami bermain yang mengandung banyak gerak/aktivitas, tentu itu sangat bemanfaat untuk tubuh, bermain sambil olahraga.  Aku rindu pada masa-masa itu, dimana semuanya masih sederhana,  tidak banyak pikiran, belum dibebani dengan tanggung jawab yang penuh,  dan dikala terjatuh,mungkin  hanya kaki/tangan yang  terluka ,bukan hati .. :v 

Setelah aku lulus SD,  aku harus pergi ke kota untuk melanjutkan sekolah ku di tingakt SMP.Sangatlah berat untuk dilakukan anak seusiaku pada saat itu, yang masih bergantung dengan orang tua. Hingga akhirnya sekarang aku sudah terbiasa untuk pergi jauh berkelana mencari ilmu, bahkan kadang hanya pulang setahun sekali dimasa liburan yang relative singkat.  

Kampung halaman menjadi tempat terindah untuk kembali setelah berkelana dalam kurun waktu yang cukup panjang,dan  menjadi hal yang selalu dinantikan serta  di tunggu-tunggu oleh para perantau seperti ku,  untuk melepas rindu dengan orang-orang tersayang. 

Sekian dari ceritaku, terimakasih. 

Wassalamu'alaikum.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biografi Ibuku

  Bismillah, Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…. Ibu, apapun akan ia lakukan untuk anaknya, bahkan nyawanya sendiripun rela ia ...