Minggu, 15 November 2020

Analisis bahasa

 Bismillah, 

Assalammu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh 

Pada kali ini, saya akan memberikan hasil analisis saya mengenai penggunaan tata bahasa yang benar berdasarkan PUEBI ataupun KBBI, yang terdapat di dalam 5 gambar yang saya cantumkan dibawah ini. 


1. GAMBAR 1

 



Lokasi gambar : Jl. Budi Utomo 

Waktu pengambilan gambar : Minggu, 14 November 2020

Analisis:

Terdapa pengguanaan kata bahasa asing pada gambar tersebut yaitu kata printing dan Photo, yang dimana berdasarakan KBBI penulisan yang benar ialah menggunakan bahasa Inonesia yaitu percetakan dan foto, tetapi jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya kata Printing dan Photo dimiringkan.


2. Gambar 2

 




Lokasi gambar : Jl. Gajahmada

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 14 Novemeber 2020

Analisis: 

Pada gambar tersebut terdapat kata ulangan yaitu Oleh Oleh, tetapi tidak menggunakan tanda penghubung. Berdasarkan PUEBI, seharusnya jika ada unsur kata ulangan maka diberi tanda hubung sebagai penyambung unsur kata ulangan tersebut, yakni menjadi Oleh-Oleh.


3. Gambar 3

 


Lokasi gambar : Jl. Sudirman

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 14 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yaitu service. 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yakni Servis. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, sebaiknya tulisan dimiringkan. 


4. Gambar 4

Lokasi gambar : Jl. Budi Utomo

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 4 November 2020

Analisis:

pada gambar tersebut terdapat singkatan yang terdiri dari tiga huruf yakni Dll dan tidak diikuti tanda titik setelahnya.

Berdasarkan PUEBI, singkatan yang terdiri dari tiga huruf seharusnya diikuti tanda titik setelahnya, yakni menjadi dll. 


5. Gambar 5 

 

Lokasi gambar : Jl. Pattimura

Tanggal pengambilan gambar : Minggu, 24 November 2020

Analisis:

Terdapat kata singkatan kata jalan menjadi jln. Pada gambar tersebut. 

Berdasarkan PUEBI seharusnya jika ingin menyingkat kata Jalan tidak perlu tambahan huruf N setelahnya, cukup menyingkatnya menjadi Jl.



Sekian dari saya, mohon maaf jika ada kekeliruan dalam penyampaian.

Wasslammu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.





Sabtu, 07 November 2020

Kosakata bahasa ibu(Melayu pontianak)

 Bismillah,  

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...  

Hallo guyss,  kalian mau tau kosakata bahasa melayu ditempatku??? 

Siipp, Kali ini aku akan melampirkan 100 kosakata bahasa melayu yang biasa aku gunakan sehari-harinya sebagai bahasa ibu. 

Iniii diaaa......... ⬇️⬇️⬇️


Kosakata Bahasa Melayu Pontianak , Kalimantan Barat

No. Kosa Kata Bahasa Ibu ➡️ Makna dalam                                                              Bahasa Indonesia

1 Kamek : Saya

2 Kitak : Kalian

3 Agik : Lagi

4 Begampet : Bersatu

5 Bejibun         : Banyak

6 Belangak : Panci

7 Gebar : Selimut

8 Tudong          : Tutup

9 Katel : Tempat tidur

10 Masin : Pelit

11 Pinggan         : Piring 

12 Aek         : Air

13 Acap : Banjir

14 Andok : Handuk

15 Aok             : Iya

16 Aleh : Ganti, memindahkan

17 Alang-alang : Nanggung

18 Begagap         : Meraba-raba

19 Begasak         : Berkelahi

20 Bekemas : Beres beres

21 Bekisai : Menggaruk

22 Belamparan : Berantakan

23 Belanat         : Pukul

24 Belator : Berjejer/Berbaris

25 tapok : Sembunyi

26 Bile             : Kapan

27 Calar : Tergores

28 Cecer : Jatuh tak disengaja

29 Centong         : Gayung

30 Dedai : Menjemur

31 Karang : Nanti

32 Gertak : Jembatan

33 Melilu : Pikun

34 Panggah        : Guling

35 Selap : Pingsan

36 Pipet : Sedotan

37 Dudi : Belakangan/Terakhir

38 Suduk : Sendok

39 Telajak : Kelewatan

40 Nyiruk : Tampah

41 Sutik : Satu,sebutir 

42 Sawan : Ketakutan

43 Terai : Coba

44 Tingkap         : Jendela

45 Jiros : Guyur, siram

46 Jangket         :  Nular

47 Koyak : Robek

48 Lemau : Melempem

49 Leteh : Capek

50 Pesai : Rusak

51 Merajuk         : Ngambek

52 satang baju : gantungan baju 

53 Bual : Bohong

54 Belonggok : Bertumpuk/banyak

55 Ketek : Menekan (tombol)

56 Koreng         : Luka yang mau kering

57 Peloh : Keringat

58 Jeman-jeman : Dari tadi

59 Selembe          : santai

60 Lihai : Ahli/pandai

61 Pusoh : Kelelahan/sesak nafas

62 Senggereng : Miring

63 Ngenyan : Keenakan

64 Tegal : Sebab,karena

65 Tecampak : Terlempar

66 Kejot : Kaget

67 Teseduk         : Cegukan

68 Jengap-jengap : Ter engah-engah

69 Uwan : Nenek

70 Telekong : Mukena

71 Bepaot         : Pegangan

72 Bengkas              : Dibongkar/dirusak

73 Berhamburan.      : Berlarian

74 Kibau : Pukul,kipas

75 Legam         : Pekat (warna)

76 Jengket          : Berjinjit

77 Bekubang : Berenang (diparit)

78 Jawak : Manja, banyak gaya

79 Bekelumbuk : Berselimut

80 Tang : Di (tempat)

81 Pekak : Tuli/Tidak mendengar

82 Tepangka : Kesandung

83 Tebiat : Kelakuan

84 Ponten : Nilai,koreksi

85 Mekek : Teriak

86 Sanggan : Baskom

87 Laga’ : Sombong

88 Taem : Berhenti

89 guli         : kelereng 

90 Sorang : Sendiri

91 Balek : Pulang

92 Ape pasal : Apa masalahnya

93 Agak : Datang/mengunjungi

94 Kayak : Seperti

95 Buat : Lakukan

96 Tengok         : Lihat

97 Maok : Mau

98 usah : jangan 

99 Kalik : Mungkin

100 Tidok : Tidur


Aku berasal dari kota Pontianak, tepatnya si di kabupaten  Kubu raya,.  dimana termasuk mayoritas penduduk di Pontianak/ Kubu raya bersuku Melayu, termasuk saya. Aku suku Melayu, mengikuti kedua orang tua ku tentunya. Dan untuk bahasa yang ku gunakan sehari harinya yaitu bahasa suku Melayu, sebagai bahasa ibu,karena memang dilingkungan keluarga, sekolah,dan di masyarakat mengunakan bahasa Melayu Pontianak. Dan  di setiap daerah ada beberpa perbedaan kosa kota bahasa melayu, dan juga maknanya yang digunakan. Seperti Melayu Sambas, ada banyak kosa kata yang saya tidak mengerti maknanya, dan mungkin di tempat yang lainnya juga. Dan sebenarnya juga, bahasa Melayu Pontianak yang ku gunakan biasanya tidak jauh berbeda dari makna Bahasa Indonesia nya, hanya berbeda sedikit pengucapan,seperti perubahan huruf “a” ke “e”, “u” ke “o” dsb. Seperti kata “meja” menjadi “Meje”, “apa” menjadi “ape”, “betul” menjadi “betol”. Dan karena pengucapan itu juga, tak jarang jika aku berbicara dengan orang luar Pontianak, yang bukan termasuk suku Melayu, mengatakan kalau aku seperti orang Malaysia, karena mungkin mereka  mendengar ketika saya berbicara mirip dengan gaya bahasa/logat orang Malaysia ketika berbicara. Dan memang orang-orang Malaysia mayoritasnya etnis melayu dan juga menggunakan bahasa melayu dalam kesehariannya, tetapi tentunya ada banyak kosa kata yang aku tidak pahami juga artinya. 

Dan dalam proses pencarian kosa kata ini,  aku menggunakan bantuan internet(hehe) dikarenakan aku terkadang  lupa jika harus dicatat, padahal cukup banyak kosa kata yang aku gunakan biasanya.  Selain itu juga saya berusaha untuk mengingat-ngingat kembali perkataan ataupun tulisan ku yang biasanya aku gunakan. Kosa kata yang ku lampirkan diatas mungkin hanya sebagian darii kosa kata bahasa melayu Pontianak. 


Sekian dari ku, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan,  Terimakasih..

Wassalammu’alaikum..


Senin, 02 November 2020

Coretan kedua"aku dan kampung halamanku"

 


Bismillah. 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.. 

Selamat datang di Coretan kedua ku ini yang kan ku isi dengan sepenggal cerita tentang “aku dan kampung halaman ku”

Aku memang terlahir di sebuah kampung/desa, lebih tepatnya di Desa Dabong, Kec Kubu, Kab Kubu Raya. Sebuah desa terpencil jauh dari lingkungan perkotaan. Untuk sekarang, akses jalan menuju kampungku Alhamdulillah tidak sesulit dari tahun-tahun sebelumnya, jika tahun sebelumna banyak terdapat jalan-jalan yang rusak, terutama jika sedang musim penghujan, susah untuk dilewati, tetapi sekarang ada kemajuan walaupun dibebrapa titik masih ada yang harus diperbaiki lagi. Untuk bisa sampai di kampungku  kalian bisa menggunakan jalan darat,ataupun laut, tapi akan susah jika melalui udara. Dan Untuk melalui jalan darat pun, hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang ramping, seperti motor atau sepeda jika mampu. Normalnya jika menggunakan motor butuh waktu sekitar  4-5 jam perjalanan jika musim kemarau, tetapi jika musim penghujan mungkin bisa lebih dari waktu itu. Letak  Wilayah yang cukup dekat dengan lautan membuat warga dikampung ku mayoritasnya bermata pencaharian sebagai seorang nelayan, termasuk ayahku. Termasuk enak menjadi anak seorang nelayan teruama aku yang suka makanan hasil laut,  karena bisa makan hamper setiap hari tanpa harus membeli nya, terlebih lagi jika baru ditangkap rasanya jauh lebih berbeda dari yang dijual dipasaran. Eh tidak jarang juga aku beli si, kalau ayahku tidak melaut. 

Masyarakat, dikampung ku masih mengemban sikap saling kerja sama,  tolong menolong jika ada yang perlu bantuan,  serta mempunyai tingkat kepedulian yang masih tinggi terhadap tetangga/orang-orang disekitar.menjadi hal yang cukup menyenangkan melihat kerukunan yang terjadi.  

Semasa aku kecil, banyak ku habiskan waktu dikampung. dan hari-harinya banyak kuiisi dengan bermain bersama teman sebaya ku pada saat itu. Dulu kami belum terlalu mengenal gadget, jadi kami bermain yang mengandung banyak gerak/aktivitas, tentu itu sangat bemanfaat untuk tubuh, bermain sambil olahraga.  Aku rindu pada masa-masa itu, dimana semuanya masih sederhana,  tidak banyak pikiran, belum dibebani dengan tanggung jawab yang penuh,  dan dikala terjatuh,mungkin  hanya kaki/tangan yang  terluka ,bukan hati .. :v 

Setelah aku lulus SD,  aku harus pergi ke kota untuk melanjutkan sekolah ku di tingakt SMP.Sangatlah berat untuk dilakukan anak seusiaku pada saat itu, yang masih bergantung dengan orang tua. Hingga akhirnya sekarang aku sudah terbiasa untuk pergi jauh berkelana mencari ilmu, bahkan kadang hanya pulang setahun sekali dimasa liburan yang relative singkat.  

Kampung halaman menjadi tempat terindah untuk kembali setelah berkelana dalam kurun waktu yang cukup panjang,dan  menjadi hal yang selalu dinantikan serta  di tunggu-tunggu oleh para perantau seperti ku,  untuk melepas rindu dengan orang-orang tersayang. 

Sekian dari ceritaku, terimakasih. 

Wassalamu'alaikum.. 

Biografi Ibuku

  Bismillah, Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…. Ibu, apapun akan ia lakukan untuk anaknya, bahkan nyawanya sendiripun rela ia ...